Fasilitas Jalan Dinilai Menjadi Penyebab Lakalantas di Sragen

Home / Berita / Fasilitas Jalan Dinilai Menjadi Penyebab Lakalantas di Sragen
Fasilitas Jalan Dinilai Menjadi Penyebab Lakalantas di Sragen Lakalantas yang pernah terjadi di Kabupaten Sragen. (foto: Mukhtarul Hafidh/Times Indonesia)

TIMESSRAGEN, SRAGEN – Penanganan antisipasi kecelakaan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinilai tidak seserius pencegahan pandemi Covid-19. Padahal 80 persen kecelakaan yang terjadi di jalan kabupaten. Kecelakaan ini tidak lepas dari kurangnya rambu-rambu dan penerangan jalan.

Kepala Satuan lalu lintas (Kasatlantas) Polres Sragen AKP Sugiyanto menyatakan pencegahan covid-19 dinilai berhasil. Karena semua elemen, dari pemerintah sampai masyarakat mendukung. Padahal virus yang diwaspadai tidak terlihat.

Namun, tidak demikian dengan ketertiban lalu lintas saat ini. Padahal setiap tahun selalu ada puluhan orang yang meninggal karena kecelakaan di Sragen. Tetapi tidak seserius seperti menangani pandemi Covid-19.

”Corona yang tidak kelihatan jika ditangani bareng-bareng bisa dicegah. Apalagi urusan lalu lintas yang kasat mata. Jika ditangani bareng-bareng pasti bisa,” tuturnya.

Kasatlantas menjelaskan kejadian sejak Januari-25 Juni terdapat 414 kasus kecelakaan. Sedangkan untuk korban yang meninggal sampai Kamis (25/6) terdapat 51 jiwa. Pihaknya menyebut semua korban jiwa kebanyakan warga Sragen. ”Padahal sama bahayanya dengan corona,” terangnya.

Pihaknya mengidentifikasi kondisi jalan kabupaten yang sudah bagus tidak disertai fasilitas penunjang keselamatan berkendara. Seperti rambu-rambu peringatan maupun penerangan jalan.

”Jadi perlu menambah rambu-rambu, CCTV, dan penerangan,” bebernya.

Wilayah yang cukup tinggi terjadi kecelakaan yakni di Kecamatan Sragen Kota, disusul Masaran, Tanon, Gemolong, Sambungmacan. Namun kebanyakan justru terjadi di jalan kabupaten dan jalan desa. Kejadian di jalan nasional atau jalan provinsi justru kurang dari 20 persen total kasus.

”Justru yang lebih banyak di jalur kabupaten antar desa. Kami identifikasi seperti penerangan kurang, padahal infrastruktur bagus, tapi rambu tidak ada,” ujarnya.

Pihaknya berharap ada penambahan anggaran dari pemerintah daerah. Oleh sebab itu dia menegaskan untuk permasalahan lalu lintas tidak bisa dirampungkan kepolisian saja.

”Masyarakat juga gitu, ada lampu malah dimalingi akinya,” ucapnya.

Soal anggaran yang akan disediakan untuk memenuhi kebutuhan rambu dan lampu lalu lintas diserahkan pada pemerintah. Pihaknya hanya mengevaluasi setiap paska kejadian kecelakaan.

Selain itu,pihaknya menjelaskan terjadinya penurunan kasus kecelakaan pada April-Mei. Namun pada saat new normal diberlakukan, kasus kecelakaan kembali meningkat. Bahkan dalam sehari sempat terjadi 8 kecelakaan.

”Lama tidak keluar rumah, terus podo ngebut, kebanyakan kecelakaan didominasi roda dua,” tegas Kasatlantas Polres Sragen. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com